NAIK BETOR DIMEDAN


Di Medan ada salah satu kendaraan transportasi umum yang di sebut betor umumnya demikian (beca motor) terbuat dari sebuah motor dan disampingnya beca dan bisa memuat banyak penumpang bisa sampai 6 orang dewasa, jenis motor yang banyak dipakai yaitu :Honda Twin. Ada juga yang menggunakan sepeda yang satu ini ongkosnya lebih murah. itulah cara BISNIS mereka.

LAKE TOBA

Lake Toba its the greatist lake number 2 in the word ,we can trip with rent tour travel agent from Medan about 5,5 hours we arrive at Parapat.From Jakarta we can fly by plane about 2 hours to Medan.Parapat is side of lake from here we can go with public transport we call ferry with only 4000 rupiahs each person or speed boat 300.000 one boat.about 30 minutes we arrive Samosir Island ist nice panorama please try to trip there.
Medan
Medan was once the site of a battlefield between the Aceh people and the neighboring Deli Kingdom. Medan is the capital of North Sumatra Province, a trading center and important harbor.
Once Medan was part of the Deli Sultanate. What is historically most interesting is the Mesjid Besar (Grand Mosque) and the Palace of the Sultan of Deli which has been restored to revive its past grandeur.

Medan's harbor town is called Belawan, which is the sea link to Penang, Malaysia. Medan, Indonesia's western international gateway maintains regular flight to Singapore, Kuala Lumpur, Penang, Amsterdam and Vienna. Additionally, there are several air connections between Medan and Jakarta, and other destinations in Sumatra.

Crocodile Farm
Medan has the largest crocodile farm in Indonesia. Here one can see how the crocodile eggs are hatched, and then reared somewhere else. This farm is located at Asam Kumbang, 5 km from the heart of the city, and has nearly 2000 crocodiles of different kinds.

Great Bukit Barisan Forest Park
Located at Tongkoh village in the district of the Karo highlands, approx. 59 km from Medan. Formerly Tahura Bukit Barisan since 1916, known for its location called Arboretum Tongkoh Berastagi, however since 1989 renovated and renamed Great Bukit Barisan Forest Park.
Found there is the zoological museum and a gazebo with Karo ornaments designed on the top of the roof, painted with various writings of typical welcome greetings in Tapanuli, which is Horas.

Berastagi
Berastagi, a tourist town, is another lovely town located in the Karo highlands. The town is known for its plantations and various kinds of flowers, vegetables and fruit, most famous of which is the Marquisa passion fruit.
It's 66 km southwest of Medan and is 4.594 feet above sea level. We can see a clear view of Mt Sibayak and Mt Sinabung volcanoes from Gundaling Hill.

The Village of Lingga
Located some 15 km from Berastagi, is a unique Batak Karo village where traditional houses are still well-preserved and inhabited today. Five to six families live in each house, un-separated by any partition, while each family have their own stoves.

Sipiso-piso Waterfalls and Tongging
Tongging is a place to see a waterfall surrounded by beautiful sights in cool mountain air.

Bohorok
This place is for the adventurous, accessible through Sumatra's inland wilderness, crossing rivers and going over steep hills. The area lies south of the Mount Leuser National Park, a rehabilitation center for orang utans in Bahorok, which was inaugurated in 1973.

Pematang Siantar
Pematang Siantar is the second largest city, lying 128 km to the South of Medan. On the way, you will pass through many rubber, cocoa, palm oil, tobacco and tea plantations. This is the richest part of North Sumatera, because these plantations produce the main export commodities.
Then onward to Lake Toba you will see a vast stretch of land covered with thick forests, plantations, terraced rice fields, lush vegetation, green hills and mountains.

Lake Toba - Parapat
The town of Parapat is the main tourist resort and lies on the very shore of Lake Toba. This lake is about 50 miles long and 16 miles across, with a depth of about 1,400 feet.
In Parapat live Batak Toba and Batak Simalungun tribes, and are happy and easy going people. They are known for their lively and sentimental love songs. Sports include swimming, water skiing, motor boating, canoeing, fishing. Golf is at Sally golf course (19 holes), about 5 km from Parapat.

Parapat is 176 from Medan and can be reached in 4 hours by bus. The climate in Parapat is cool and dry, making Parapat an ideal place to relax. Many hotels, bungalows, villas, rest-houses welcome visitors. Small shops sell souvenirs such as Ulos (local woven cloths) and specific fruits locally grown.

Samosir Island
The island of Samosir is right in the middle of Lake Toba, covering an area of 329 square miles. This island is the original home of the fiercest but kind hearted Toba Bataks. It can be reached in half an hour by boat from Parapat. The villages of Tomok, Tuk-tuk, Siallagan, Ambarita are recommended for traditional Batak Toba houses, and local dances. This island has many hotels, bungalows, and rest houses.

Pandan Beach
A seaside resort with white sandy beaches where a fishing village can be found 11 km from Sibolga. Here the visitors can enjoy the magnificent view of the Indian Ocean and see fishermen in their sailing boats from the beach to the open sea. The restaurants offer you the grilled fresh fish just caught from the sea. Small souvenir shops selling sea shells, corals, ring-stones, etc. are available here.

Nias Island
This island lies off West Sumatra in the Indian Ocean. The villages of Bawomataluo and Hilisimae are curions places to visit, where visitors can see performances of traditional war-dances and thrilling high- jump sports, i.e. people making dangerous leaps over 2 meter-high stones. Typical scenes are dancers clad in traditional costumes with bird feathers on their heads, a hall for the Chief-of Tribe built on wooden logs with stone chairs weighing up to 18 tons. There are daily flights from Medan to Nias island.

South Tapanuli
It lies in the southern part of North Sumatra, bordering the provinces of West Sumatra and Riau. This region has a population of about 900,000 and lies on the way to West Sumatra. The sceneries are attractive all the way. Some of the tourist objects are Candi Portibi, Dolok Simago-mago, Pakantan, Husor Tolang, Sibanggor, Adian Lungun Niroha. Hot springs also avaiable at Tor Sibohi. This district is known for its ceramics and handicrafts. The Portibi temple is at Padang Bolak, 78 km from Padang Sidempuan, or 518 km from Medan. There are cultural remnants of a Hindu temple of the Kingdom of Panai, founded in 1039 A.D.

DANAU TOBA

Danau toba adalah danau terbesar didunia kita harus bangga memilikinya,tapi sayang akses kesana masih kurang mudah,kecuali dengan uang yang lebih kita bisa merental mobil via jasa tour & travel yang lebih mahal dibandingkan dengan naik bis umum jurusan Parapat.
sessampainya disana kita harus naik very menyebrang ke samosir atau melalui speed boat yang harganya delapan kali lipat dibanding ferry yang cuma 4000 rupiah saja seorangnya,kurang lebih setiap 45 menit pelayanan kapal very siap mengarungi danau toba yang indah ini. sekitar 30 menit barulah kita sampai disamosir ,layaknya tempaat wisata disana juga banyak tersdia barang cindera mata dari mulai pakaian dan lainya juga ada beberapa hotel ,dipulau samosir kita bisa melihat pemandangan indah kearah danau,udara bagiku cukup sejuk,menurut orang sana toba sama dengan cecak besar atau toke makanya banyak lambang toke disana dalam berbagai bentuk

Setelah terpilih menjadi Miss Toba Lake, dalam rangkaian tugasnya sebagai duta parawisata yang akan mempromosikan potensi parawisata Danau Toba, Miss Lake Toba 2006 Nancy Romulus Boru Aritonang ( 22) asal Taput dan Miss Lingkungan Hidup Prissela Boru Pardede (18) asal Tobasa, melakukan kunjungan ke Kabupaten Toba Samosir. Miss Toba Lake yang kuliah di USU (Universitas Sumatera Utara) ini dan Miss Lingkungan Hidup siswi SMA Negeri 2 Balige ini, Jumat (17/11) yang lalu diterima oleh Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH MBA dan Wakil Bupati Tobasa Ir Mindo Tua Siagian MSc.

Saat kunjungan kedua peraih gelar juara pada event Miss Toba Lake Tourism Contenst 2006 yang digelar The Door Productions pada tanggal 11 November 2006 yang lalu di Convention Hall Parapat diterima Bupati dan wakil Bupati, didampingi Kadis Persenibud Tobasa Drs Laurensius Sibarani dan Kadis Lingkungan Hidup dan Pertambangan Drs Arusdin Sagala dan Presiden Direktur Ichan Hutapea.

Pada kesempatan itu, Miss Lingkungan Hidup Prisella Pardede putri Viktor Pardede/boru Napitupulu ini kepada Bupati, agar kiranya dirinya diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam acara-acara yang bertajuk keparawisataan yang digelar oleh Pemkab Toba Samosir.

Mendapat masukan dari gadis yang masih duduk di kelas tiga SMAN 2 Balige dan sangat fasih berbahasa Inggris ini, Bupati beserta wakil Bupati langsung merespon secara positif kegiatan serta hasil yang diraih kedua putri batak ini. Secara spontan, kedua pejabat Tobasa ini memberikan bantuan dan ditambah dengan tiket gratis penerbangan Sibisa-Polonia Medan.

Sementara Presiden Direktur The Door Productions Ichan Hutapea didampingi Sannur Sinaga SPd kepada SIB mengungkapkan, penggelaran event Miss Toba Lake Tourism Contest 2006 dilakukan, bertujuan untuk menciptakan produk yang dapat mempromosikan keindahan wisata alam Danau Toba. Dan untuk itu pihaknya sebagai penyelenggara, event ini dapat terlaksana secara berkesinambungan dan dilakukan setiap tahun dengan melibatkan setiap Pemerintah Kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba sehingga gaung wisata Danau Toba dapat terdengar ke dunia International.

Menurut Ichan, bahwa peserta Miss Toba Lake Tourism Contest 2006 adalah putri berusia 17-26 tahun. Dimana pada saat pelaksanaan kemarin, dari 7 Kabupaten yang berada di pinggiran pantai Danau Toba, hanya 5 Kabupaten yang mengikutinya yakni Kabupaten Karo, Simalungun, Samosir, Tobasa dan Taput. Dalam event ini, sebanyak 28 orang peserta dan sebanyak 14 orang diseleksi menjadi peserta untuk grandfinal. Dalam tahapan grandfinal sebelumnya peserta ini dikarantinakan. Dan pemenangnya mendapat uang sebesar Rp 3 juta dari Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Anthon Sihombing, ucap Ichan.

Danau Toba

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Pemandangan Danau Toba
Pemandangan Danau Toba
Danau Toba dengan pulau Samosir
Danau Toba dengan pulau Samosir

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran luas 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

[sunting] Asal-usul

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2800km3, dengan 800km3 batuan ignimbrit dan 2000km3 abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari cina sampai ke afrika selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 KM diatas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkan soal itu.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

[sunting] Daftar pustaka

  • (en) Probing the Accumulation History of the Voluminous Toba Magma, Jorge A. Vazquez dan Mary R. Reid, Science, 305, 991-994, 13 Agustus 2004

[sunting] Pranala luar

Wikitravel Lihat panduan wisata Danau Toba di Wikitravel


MAP NORTH SUMATERA


GREEN CANYON

Green Canyon hanya istilah yang membuat tempat itu terkenal,dengan jarak kurang lebih 45 km dari pantai pangandaran tibalah dityempat ini, lalu kita harus menaiki perahu dengan tiket 70.ooo bisa diisi maximal 6 orang,setelah berlayar mengarungi sungai dalam tibalah di green canyon pemandangan indah dengan batu sendimentasi beratus tahun lalu hingga membentuk dengan kucuran air dari atas ,bisajuga berenang suhu sekitar dingin karena tidak ada matahari
seperti memasuki gua namun masih ada celahnya.CERITA LAINYA

Nama Green Canyon dipopulerkan oleh seorang Perancis pada thn 1993. Nama aslinya Cukang Taneuh. Green Canyon memiliki keunikan tersendiri. Dari perjalanannya sendiri dgn ketinting dari dermaga selama 30 menit kita akan senang melewati sungai dgn air berwarna hijau tosca (kalau lagi nggak hujan). Dalam perjalanan kita melihat kehidupan di bantaran sungai. Sesekali terlihat biawak, ular (jangan kawatir hanya ular kadut) dan penduduk yg sedang mancing atau menjala ikan.

Mendekati Cukang Taneuh, kita disuguhi pemandangan sungai dgn sedikit jeram dgn alur sempit dimana perahu sudah tidak bisa meneruskan perjalanan krn cadiknya yg lebar. Kapasitas parkirnya juga terbatas. Jadi kita ditunggu dlm waktu yg tidak terlalu lama, atau perahu keluar dan kembali lagi dlm waktu yg kita tentukan.

Disini air sangat jernih kebirua-biruan. Utk melihat keunikan yg sesungguhnya; kita disarankan utk terus keatas dgn berenang (ada tersedia penyewaaan ban) atau merayap di tepi batu. Perjalanan ini sepenuhnya aman. Anak-anak 6 thn keatas; dpt ikut menggunakan ban dan panduan - life guard pemilik perahu yg kita sewa. Sepanjang perjalanan,kita akan terus berada di cekungan dgn dinding terjal di kanan kiri; sebgn dinding menyerupai gua dgn atap yg sudah runtuh.

Di bagian tertentu masih tersisa stalaktit2 dimana air tanah menetes. Setelah beberapa ratus meter berenang; kita akan melihat bbrp air Terjun kecil dikiri kanan yg sangat menawan. Jika anda terus penasaran dgn ujung jalan, anda akan sampai di sebuah tempat dgn gua yg dihuni oleh kalelawar. Disepanjang alur ini, anda dpt berenang sepuas-puasnya. Ya, berenang bersama ikan di air yang jernih dan dingin.

Foto2 dibawah ini adalah bagian dari Cukang Taneuh yg masih terjangkau oleh kamera dgn mengambil posisi diatas batu di depan pintu masuk. Utk menjangkau bagian hulu, kamera perlu dibawa dengan berenang. Padahal ini bagian yg paling cantik, tetapi sayang kameranya bukan waterproof.

Anak2 begitu suka perjalanan ini. Buat mereka ini pertama kalinya adventurer di air. Di lain waktu, mungkin kami akan bawa mereka terus ke ujung cukang taneuh memasuki gua. Yang tentu perlu persiapan yg lebih baik.

Cukang Taneuh cocok utk adventure bersama keluarga. Anak2 selalu menanyakan kapan kembali lagi kesana.
Green Canyon di Ciamis ???...
Salah satu objek wisata yang terkenal dengan tebing-nya. Terletak di kecamatan Cijulang desa Kertayasa, Ciamis. Untuk mencapai ke sana kira-kira 31 Kilometer dari pantai pangandaran. Setelah sampai di pintu masuk, pengunjung diwajibkan menyewa perahu seharga Rp. 70.000/perahu (mak. 6 orang). Jarak dari pintu masuk ke lokasi kurang lebihnya sekitar 20 menit.

Dalam perjalanan kita diperlihatkan dengan hutan-hutan yang tumbuh lebat di sampin kanan dan kiri sungai yang kita susuri. Terkadang hewan yang hidup di daerah pinggiran sungai itu sering menampakkan dirinya seperti biawak, ular, burung dll. Jika sebelumnya saat kita hendak menaiki perahu kita melihat ke air, ada beberapa jenis keong atau siput yang bentuknya unik. Air sungainya berwarna hijau tidak seperti air sungai kebanyakan yang berwarna bening atau coklat. Setelah 20 menit perjalanan menyusuri sungai, kita memasuki pelataran mulut gua dari Green Canyon.

Dan semua perahu berhenti di pelataran tersebut karena memang tidak ada jalan lagi (jalan tertutup batu karang besar). Untuk menikmati keindahan dari Green Canyon yang dikabarkan ada pancuran mas ini pengunjung harus berenang sesekali melewati batu cadas yang lumayan licin untuk menuju ke Pancuran Mas yang konon ceritanya bisa membuat orang bertambah kegantengannya bagi pria dan bertambah kecantikannya bagi wanita. Bagaimana ingin Ganteng atau Cantik ??? Terserah bagaimana anda menyingkapinya... (allahu'alam).
Namun jangan coba-coba menuju pancuran mas sendiri karena amat berbahaya selain kita belum mengetahui medan (jalur) dan kita juga belum tahu yang mana pancuran mas tersebut. Untuk itu si-penyewa perahu bersedia menjadi guide (pemandu) dengan biaya tambahan. Pemandu akan memberikan petunjuk yang jalan yang harus dilewati untuk menuju kesana. Setelah selesai berkunjung Jika anda datang pagi hari anda akan dikejutkan dengan perahu yang jumlahnya hampir sekitar 20 perahu yang berhenti sebuah pemandangan yang jarang dilihat.

Ada beberapa Catatan untuk anda yang ingin berkunjung ke objek wisata Green Canyon ini :
1. Hindari datang pada siang atau sore hari.
2. Pakailah pelampung pengaman saat berada di perahu dan saat berjalan menuju pancuran mas.
3. Bagi yang berkacamata usahakan kacamata anda diberikan tali/dilepas sewaktu menuju pancuran mas, karena tidak menutup kemungkinan kacamata anda akan terlepas saat berenang.
4. Jangan menginjak batu yang berwarna hijau, dikhawatirkan anda akan terpeleset.
5. Bersikaplah sewajarnya.